NVidia Segera Rilis Chip Prosesor Tegra 3

2011
05.11

Nvidia dikabarkan segera memperkenalkan chip prosesor Tegra 3, yang dijanjikan jauh lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya, Tegra 2.

Memang, belum ada konfirmasi resmi dari Nvidia seputar peluncuran Tegra 3. Namun, disinyalir Nvidia bakal memperkenalkan Tegra 3 pada Kongres Ponsel Dunia di Barcelona, 14 Februari mendatang.

General manager Nvidia untuk Tegra, Mike Rayfield, membenarkan rencana peluncuran chip anyar tersebut. Tapi, dia menolak menyebutkan tanggal peluncurannya.

“Saya kira kami akan meluncurkan produk baru setiap tahun. (Tegra 3) akan masuk tahap produksi pada saat yang sama dengan masa produksi chip dual-core milik kompetitor kami,” ujar Rayfield kepada Hexus, Sabtu (22/1/2011).

Tegra 3 diharapkan semakin meningkatkan performa perangkat komputer tablet serta ponsel cerdas, seperti yang dilakukan Tegra 2 pada tablet milik Motorola, Xoom, maupun super phone LG, Optimus 2x. Disinyalir, chip Tegra 3 akan memiliki empat core SoC, sehingga bisa meningkatkan kecepatan browsing dan game. (okezone)

Did you like this? Share it:

Intel Hadirkan Processor Ivy Bridge di Computex 2011

2011
05.11

Intel dikabarkan akan segera menghadirkan prosesor Ivy Bridge pertengahan tahun ini, pada ajang pameran komputer Computer 2011, di Taipei, Taiwan tersebut.

Kabar tersebut terkuak oleh DigiTimes, yang mengutip laporan berita berbahasa China Commercial Times, produsen chip terbesar itu akan mengusung Ivy Bridge dengan manufaktur 22 nanometer dan fitur inti grafis DirectX11. Kehadirannya ini sebagai penyeimbang Sandy Bridge yang menggunakan chip 32nm dan grafis on-die DirectX 10.1

Dikutip dari situsnya, Rabu (9/2/2011), berbicara solusi yang menggabungkan CPU dan GPU yang produk yang sama, AMD juga tengah bekerja untuk menghadirkan APUS Fusion generasi kedua. Namun, chip 22nm tidak berada dalam progres produsen ini. Para pembuat chip saat ini bekerja membawa APUS ke manufaktur 32nm.

Laporan Digitimes yang sama juga menunjukkan bahwa AMD telah mempercepat produksi chip Llano APUS, yang sekarang diperkirakan ke pelanggan ODM dan OEM pada bulan Mei, atau paling lambat Q3 2011.

Sebelumnya, Intel Corp dikabarkan kembali mengapalkan chip Sandy Bridge yang rusak, ini menyusul permintaan sejumlah produsen PC yang berjanji akan menyeleksi chip tersebut.

Pekan lalu, Intel mengumumkan seputar cacat pada desain chip yang digunakan pada prosesor anyar mereka, Sandy Bridge. Meski kerusakan itu hanya terdapat pada chip yang dikrimkan 9 Januari, Intel memutuskan untuk menghentikan pengapalan tersebut. (okezone)

Did you like this? Share it:

Mengatur & Meningkatkan Kinerja Windows XP

2011
05.11

Windows XP menyediakan tool dan program yang didesain untuk mengatur komputer Anda agar tetap berjalan pada kemampuan maksimum. Window XP mengalokasikan resource berdasarkan setting-nya dan kemudian mengatur perangkat tersebut. Namun, Anda dapat mengubah cara Windows XP menggunakan waktu processor (processor time) dan memory komputer untuk meningkatkan kinerja. Anda juga dapat mengatur setting efek visual komputer Anda.

Memory dan Kinerja
Microsoft menganjurkan bahwa komputer yang menjalankan Windows XP paling sedikit harus mempunyai memory sebesar 128 MB (rekomendasi 256 MB, untuk main Game 3D 512 MB). Dengan memory sebesar ini, Windows XP dapat secara konsisten menunjukkan keunggulannya dari Windows sebelumnya. Banyak user memperbesar jumlah memory-nya untuk memaksimalkan kemampuan multimedia dan mendapatkan kinerja yang lebih baik.

Secara umum, penambahan memory merupakan cara yang paling mudah dan paling efektif untuk meningkatkan kinerja komputer. Walaupun dianjurkan, Windows XP tidak memerlukan RAM sebesar 128 MB. Operating system ini dapat berjalan dengan RAM sebesar 64 MB. Untuk aktivitas seperti web browsing, e-mail, dan aktivitas lainnya, dengan RAM sebesar 64 MB Anda akan mendapatkan kinerja yang ekivalen dengan Windows Millenium Edition (Windows Me).

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kinerja
Terlepas dari aplikasi yang digunakan, kecepatan CPU dapat mempengaruhi kinerja. Windows XP tidak memerlukan hardware yang tinggi-minimum Pentium II 300 MHz-tetapi sistem dapat lebih maksimal dengan hardware yang lebih cepat. Operating system, khususnya user interface (UI) Windows XP, sensitif terhadap sistem grafis dan driver grafis. Video card onboard akan mempermudah pemrosesan RAM yang digunakan oleh operating system dan aplikasi.

Mengatur Waktu Processor
Pemrosesan sistem diatur oleh Windows yang dapat mengalokasikan tugas antara processor, termasuk mengatur beberapa proses pada satu processor. Namun, Anda dapat mengeset Windows untuk mengalokasikan lebih banyak waktu processor ke program yang sedang dijalankan. Hal ini menghasilkan waktu respon program yang lebih cepat. Atau, jika Anda mempunyai program background, seperti printing atau disk back-up yang ingin dijalankan selagi bekerja, Anda dapat mengatur Windows agar membagi rata processor antara program background dan foreground.

Mengatur Memory Komputer
Pada waktu komputer Anda mulai kehabisan RAM dan ia membutuhkan tambahan dalam waktu singkat, Windows menggunakan ruang harddisk untuk menyimulasikan RAM sistem. Hal ini dikenal sebagai virtual memory atau sering disebut paging file. Ini mirip dengan swapfile UNIX. Ukuran default untuk file virtual memory (bernama pagefile.sys) yang dibuat pada waktu instalasi adalah 1,5 kali jumlah RAM pada komputer Anda.

Anda dapat mengoptimalkan penggunaan virtual memory dengan membaginya ke beberapa drive dan memindahkannya dari harddisk yang lambat atau yang sering diakses. Cara paling baik untuk mengoptimalkan ruang virtual memory adalah sedapat mungkin membaginya ke banyak harddisk.

Anda dapat mengoptimalkan penggunaan memory komputer. Jika lebih banyak menggunakan komputer sebagai workstation, bukan sebagai server, Anda dapat mengalokasikan lebih banyak memory ke program Anda. Program Anda akan bekerja lebih cepat dan dan ukuran cache sistem Anda akan mempunyai ukuran sebesar default Windows XP. Anda juga dapat mengalokasikan lebih banyak memory komputer unuk mendapatkan cache sistem yang lebih besar, jika komputer digunakan sebagai server atau jika Anda menggunakan program yang membutuhkan cache yang lebih besar.

Mengubah Efek Visual
Windows menyediakan beberapa pilihan untuk mengeset efek visual komputer Anda. Sebagai contoh, Anda dapat menampilkan bayangan di bawah menu, serta memberi mereka tampilan 3-D. Anda dapat meminta Windows untuk menampilkan seluruh isi suatu jendela pada waktu Anda memindahkannya pada layar. Agar teks lebih mudah dibaca, Anda dapat memperhalus font layar. Anda juga dapat menjalankan tampilan web pada folder, yang akan menampilkan sejumlah hyperlink dan informasi pada bagian kiri jendela folder.

Windows menyediakan pilihan untuk menjalankan semua setting (untuk tampilan terbaik), atau mematikan semua setting (untuk kinerja komputer terbaik). Anda juga dapat mengembalikan setting default awal.

Panduan Memilih Drive untuk Virtual Memory
Pertama, cobalah untuk menghindari penggunaan pagefile pada drive yang sama dengan file sistem. Kedua, hindari penempatan pagefile pada drive yang fault-tolerant, seperti mirrored volume atau RAID-5 volume. Pagefile tidak butuh fault-tolerance, dan beberapa sistem fault-tolerance mempunyai kecepatan penulisan data yang rendah karena mereka menulis data ke beberapa lokasi. Ketiga, jangan tempatkan beberapa pagefile di partisi yang berbeda pada harddisk fisik yang sama.

Mengubah Kinerja Program Background dan Foreground
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Processor scheduling, lakukan salah satu hal berikut:
* Klik Program untuk memberikan lebih banyak resource processor ke program foreground dibanding program background.
* Klik Background Services untuk membagi rata resource processor ke semua program.

Catatan:
* Untuk membuka System, klik Start, klik Control Panel, dan kemudian klik ganda System.
* Memilih Program akan mempercepat respon program foreground. Jika Anda menginginkan tugas background, misalnya Backup utility, untuk berjalan lebih cepat, pilih Background services.
* Programs mengalokasikan bagian waktu (time slices) atau quanta yang lebih pendek dan bervariasi, sementara Background services mengalokasikan quanta yang panjang dan tetap.

Mengubah Ukuran File Virtual Memory
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Virtual memory, klik Change.
4. Di bawah Drive [Volume Label], klik drive yang berisi file paging yang ingin Anda ubah.
5. Di bawah Paging file size for selected drive, klik Custom size, dan masukkan ukuran file paging yang baru dalam megabyte pada Initial size (MB) atau Maximum size (MB), dan kemudian klik Set.

Jika menurunkan ukuran initial atau maximum, Anda harus me-restart komputer untuk melihat efek perubahan tersebut. Pada waktu memperbesar biasanya tidak membutuhkan restart.

Catatan:
* Supaya Windows memilih ukuran file paging yang terbaik, klik System managed size.
* Untuk kinerja terbaik, jangan set initial size kurang dari ukuran minimum yang dianjurkan di bawah Total paging size for all drives. Ukuran yang dianjurkan adalah ekivalen dengan 1,5 kali RAM pada kompter. Biasanya, Anda harus membiarkan file paging pada ukuran yang dianjurkan, meskipun Anda dapat memperbesar ukurannya jika Anda sering menggunakan program yang membutuhkan banyak memory.
* Untuk menghapus file paging, set initial size dan maximum size ke mol atau klik No paging file. Microsoft sangat menganjurkan bahwa Anda tidak mematikan atau menghapus paging file. – Gunung Sarjono

Did you like this? Share it:

Microsoft Sedang Kembangkan Konsol Xbox Baru

2011
05.11

Suksesor konsol Xbox 360 disinyalir sedang dikembangkan oleh Microsoft. Bahkan, purwarupa konsol itu kabarnya sudah sampai ke pihak pengembang game, Electronic Arts, yang mendapat kehormatan menguji konsol tersebut.
Hardware anyar itu kabarnya telah dikirimkan ke EA, April lalu. Mengingat desainnya yang masih mentah, konsol itu belum memiliki casing sehingga disimpan di dalam sebuah PC.

“Kami cukup sering menerima konsol baru yang disimpan di dalam paket PC. Ketika kami melihat dalamnya, kami baru mengetahui itu adalah konsol baru,” jelas salah seorang karyawan senior EA sebagaimana dikutip majalah teknologi Develop, Sabtu (7/5/2011).

Maret lalu, mencuat spekulasi bahwa Microsoft sedang dalam tahap awal mengembangkan suksesor Xbox 360 yang meraih sukses fenomenal. Pasalnya, Xbox Concole Architecture Group sempat memasang iklan lowongan pekerjaan seperti Graphics Hardware and Performance Engineer. Pegawai baru ini diyakini akan bertanggung jawab untuk “membuat konsep serta menciptakan konsol generasi berikutnya” seperti yang dinyatakan pada iklan tersebut.

Belum ada informasi yang bisa diperoleh terkait spesifikasi konsol anyar tersebut. Namun, Develop mensinyalir jika Xbox anyar ini akan menampilkan dukungan untuk motion sensor Kinect, dengan beberapa perubahan.

Sejak diluncurkan Mei 2005 lalu, tercatat sebanyak 52 juta unit konsol Xbox telah terjual. Penambahan motion sensor Kinect yang inovatif, November lalu, sukses meningkatkan daya tarik Xbox. (okezone)

Did you like this? Share it:

Panduan Penulisan Skripsi

2011
03.28

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Pengertian
Pada umumnya dalam proses pendidikan tinggi, membuat karya ilmiah adalah merupakan suatu keharusan bagi setiap mahasiswa sebagai tugas akhir mereka memperoleh gelar kesarjanaan tertentu. Skripsi adalah sebuah karya ilmiah yang disusun/ditulis oleh seorang mahasiswa jenjang program strata satu (S1 dengan bimbingan seorang dosen pembimbing atau lebih pada akhir studinya yang berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan baik melalui penelitian kepustakaan atau melalui penelitian lapangan.
Dengan demikian jelaslah, ciri pokok skripsi dapat dilihat dari dua aspek yaitu : pertama, sebagai suatu hasil penelitian, karena skripsi disusun atau ditulis berdasarkan hasil penelitian dalam rangka pemecahan permasalahan tertentu. Kedua, sebagai suatu karya ilmiah, karena dalam pembahasannya menggunakan metode berpikir ilmiah antara lain : berpikir skeptik yaitu selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang mendukung setiap pernyataan, berpikir secara analitik apabila selalu menganalisa pernyataan atau persoalan, dan berpikir kritik atau kritis yang selalu berdasarkan pikiran dan pendapat kita pada logika dan kita mampu menimbang berbagai hal secara obyektif berdasarkan pada data dan akal sehat (ketiga sikap berpikir tersebut) dapat dikembangkan dengan penelitian yang teratur, terencana dan sistematis.

1.2. Tujuan
Penyusunan buku pedoman penulisan skripsi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para mahasiswa dalam kerangka tulisan dan format penulisan skripsi, serta keseragaman didalam pembimbingan penulisan skripsi oleh dosen pembimbing.

BAB 2
BAGIAN POKOK PROPOSAL DAN SKRIPSI
2.1.Bagian dan Format Proposal
Sebuah proposal penelitian merupakan usul penelitian yang lengkap dan jelas walaupun jumlah halamannya tidak dapat ditentukan bias pendek dan bisa juga panjang. Proposal penelitian juga harus mengemukakan berbagai hal secara terinci, sehingga pihak yang berkepentingan (sponsor,pembimbing) dapat melihat hubungan berbagai hal tersebut secara jelas tanpa banyak bertanya.
Disamping itu, proposal penelitian juga bersifat terus terang artinya dapat menunjukkan prosedur penelitian secara lengkap termasuk kesulitan-kesulitan yang mungkin akan ditemukan apabila penelitian benar-benar dilaksanakan.
Bagian-bagian proposal terdiri dari :
1. Bagian awal
2. Bagian inti/tubuh
3. Bagian akhir
2.1.1 Bagian Awal
2.1.1.1 Judul
Judul sebaiknya dirumuskan dalam kalimat singkat dan menggambarkan tema pokok, maksud dan tujuan serta obyek penelitian
2.1.1.2 Halaman Judul
Halaman judul merupakan halaman pertama proposal, biasanya diberi nomor halaman angka romawi kecil (i). Halaman judul memuat judul proposal, program studi, nama dan nomor sttb/nirm mahasiswa, tempat dan tahun. Kalimat-kalimat pada halaman judul diketik simetris (contoh terlampir).
2.1.1.3 Halaman Persetujuan
Bagian proposal setelah halaman judul adalah halaman persetujuan, berisi kalimat persetujuan oleh Dosen Pembimbing (contoh terlampir).
2.1.1.4 Daftar Isi
Merupakan gambaran atau petunjuk tentang garis besar isi keseluruhan proposal. Daftar isi disusun secara teratur mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran (contoh terlampir).

2.1.2 Bagian Inti/Tubuh

2.1.2.1 Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian.

1. Latar Belakang
Dalam bagian ini, perlu diuraikan secara singkat dan jelas pentingnya penelitian tersebut dilakukan baik secara empiric maupun secara teoritis. Uraian dapat bersifat induksi maupun deduksi.
2. Perumusan Masalah
Apa yang menjadi masalah pokok perlu dijabarkan secara jelas dalam bagian ini. Pernyataan masalah harus menunjukkan gambaran tentang tujuan yang hendak dicapai dan arah analisis yang akan dilakukan dalam penelitian.
3. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Menguraikan secara singkat pernyataan tentang apa yang hendak dijawab atau dapat diperoleh melalui penelitian ini. Sedangkan kegunaan penelitian merupakan pernyataan tentang jawaban atas pernyataan sumbangan apa atau kontribusi yang dapat diberikan hasil penelitian tersebut terhadap pengembangan bidang ilmu, teknologi dan terhadap pemecahan persoalan pembangunan dan atau pengembangan institusi.
4. Sistematika Penulisan
Merupakan penjelasan secara keseluruhan isi skripsi yang akan disusun. Sistematika penulisan/rancangan isi tidak berarti sama dengan daftar isi, hanya memuat gagasan pokok dalam masing-masing bab (atau sub bab). Pentingnya rancangan isi ini dikemukakan dalam proposal skripsi agar adviser (pembimbing dan pihak akademik) dapat mengetahui dan memahami tujuan penelitian tersebut.
2.1.2.2 Tinjauan Pustaka
Bab ini menguraikan tentang kajian/telaah bahan pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti, hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan dan dapat mendukung kerangka konseptual serta membantu merumuskan hipotesis.

1. Penelitian Terdahulu
Minimal 2 penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan terutama menyangkut persamaan variabel penelitian, alat analisis dan hasil penelitian serta perbedaannya dengan penelitian yang akan dilaksanakan.
2. Landasan Teori
Bagian ini berisi cuplikan bahan pustaka yang relevan dengan masalah yang diteliti dan sebaiknya menggunakan sumber pustaka yang terbaru.
3. Kerangka Pemikiran
Bagian ini menguraikan secara singkat keterkaitan antara teori dengan variable-variabel yang akan diteliti.
4. Hipotesis (bila perlu)
Merupakan jawaban sementara (dugaan) dari rumusan masalah yang diajukan.
2.1.2.3 Metode Penelitian
Dalam bab ini, perlu diuraikan secara jelas tentang bagaimana data yang diperlukan untuk menguji hipotesis dan menjawab masalah yang dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada meliputi; Jenis/sifat/endekatan penelitian, jenis dan sumber data, populasi dan sampel/metode penarikan sampel (bila perlu), metode penarikan sampel (bila perlu), metode pengumpulan data (bila perlu), definisi operasional, dan alat Analisis.
1. Jenis Penelitian
Menguraikan tentang jenis penelitian yang akan dilakukan dimana dapat berupa penelitian deskriptif, penelitian exploratory, dan penelitian kausal atau kombinasi diantaranya.
2. Jenis dan Sumber Data
Menguraikan tentang jenis data yang digunakan dalam penelitian dimana dapat berupa data primer dan data sekunder.
3. Populasi dan Sampel
Berisi informasi tentang jumlah keseluruhan subyek yang akan diteliti dan menguraikan tentang penentuan sampel penelitian.
4. Metode Penarikan Sampel
Menguraikan tentang metode yang digunakan untuk menentukan besarnya sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

5. Metode Pengumpulan Data (bila perlu)
Berisi tentang instrument penelitian, uji validitas dan uji realibilitas.
6. Definisi Operasional
Merupakan definisi dari setiap dimensi/variabel yang akan diteliti yang selanjutnya akan dijabarkan kedalam beberapa indikator, dan pada akhirnya akan diterjemahkan dalam kuesioner.
7. Alat Analisis
Menguraikan tentang alat yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian yang harus disertai penjelasan tentang asumsi-asumsi yang mendasari penggunaan alat analisis tersebut.
8. Jadwal Waktu Penelitian
Menguraikan tentang rencana tahapan-tahapan penyelesaian skripsi maksimum 6 (enam) bulan/satu semester yang disajikan dalam bentuk tabel
2.1.3 Bagian Akhir Proposal
2.1.3.1 Daftar Pustaka
Berisi daftar yang secara lengkap memuat bahan-bahan literatur yang digunakan dalam penulisan skripsi, baik secara langsung (langsung dikutip dalam skripsi) maupun tidak langsung (tidak langsung dikutip tapi dibaca sebagai bahan pertimbangan).
2.1.3.2 Kuesioner Penelitian (bila perlu)
Berisi tentang rancangan daftar pertanyaan yang akan digunakan dalam penelitian.

2.2. Bagian Pokok Skripsi
Seperti halnya proposal, skripsi dibagi menjadi tiga bagian pokok, yaitu bagian awal skripsi, bagian inti/tubuh skripsi, dan bagian akhir skripsi.

2.2.1. Bagian Awal Skripsi
1. Sampul
Dalam sampul ini termuat; judul skripsi, logo, nama lengkap dan nomor stambuk mahasiswa, tahun penyelesaian skripsi (contoh terlampir).

2. Halaman Judul
Halaman judul merupakan halaman pertama skripsi, biasanya diberi nomor halaman angka romawi kecil (i). Halaman judul memuat judul skripsi, program studi, nama dan nomor sttb/nirm mahasiswa, tempat dan tahun penyelesaian. Kalimat-kalimat pada halaman judul diketik simetris (contoh terlampir).
3. Halaman Persetujuan/Pengesahan
Bagian skripsi setelah halaman judul adalah halaman persetujuan/pengesahan, berisi kalimat persetujuan/pengesahan oleh Dosen Pembimbing dan Panitia Ujian Skripsi (contoh terlampir)
4. Kata Pengantar
Dalam kata pengantar diuraikan secara singkat tentang maksud penulisan skripsi, faktor penghambat dan penunjang dalam penyelesaian skripsi serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi tersebut (contoh terlampir).
5. Abstraksi
Abstraksi adalah merupakan ringkasan skripsi. Bagian ini berisi judul skripsi disertai dengan nama pembimbing, tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan dan hasil penelitian. Abstraksi tidak diberi nomor halaman, tidak menggunakan kutipan, diketik satu spasi (maksimal 200 kata), diakhiri dengan kata kunci (contoh terlampir).
6. Daftar Isi
Merupakan gambaran atau petunjuk tentang garis besar isi keseluruhan skripsi, daftar isi ini juga merupakan gambaran tentang urutan cara berpikir penulis dalam memecahkan masalah. Daftar isi disusun secara teratur mulai dari halaman judul sampai dengan lampiran (contoh terlampir).
7. Daftar Tabel
Apabila dalam skripsi banyak mencantumkan tabel, maka tabel-tabel tersebut perlu disusun dalam suatu daftar berurutan nomor table yang ada dalam skripsi. Daftar inilah yang kemudian dimuat di halaman daftar tabel (contoh terlampir).
8. Daftar Gambar
Bila skripsi banyak memuat gambar (grafik,diagram,peta,bagan dan lain-lain), sama halnya dengan daftar table perlu disusun dengan teratur berdasarkan nomor urut gambar yang ada dalam skripsi dimuat dalam halaman daftar gambar (contoh terlampir).

2.2.2 Bagian Inti/Tubuh Skripsi
Pada dasarnya bagian inti/tubuh skripsi dapat dibagi atas enam bab yaitu bab pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, deskripsi atau gambaran umum obyek penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, dan penutup. Bagian inti proposal merupaka bagian inti skripsi ditambah dengan bab berikut :
1. Deskripsi/gambaran Umum Obyek Penelitian (bila perlu)
Pada bab ini akan diuraikan tentang gambaran umum obyek atau tempat penelitian. Bila obyek atau tempat penelitian dilakukan di perusahaan, maka gambaran umumnya adalah gambaran umum perusahaan misalnya; sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, keadaan-keadaan lain perusahaan yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Sedangkan bila dilakukan di suatu wilayah atau daerah maka gambaran umumnya adalah keadaan umum daerah/wilayah tersebut misalnya; keadaan monografi, demografi, topografi, keadaan daerah yang berkaitan dengan masalah penelitian. Selain kedua obyek di atas, tidak perlu ada gambaran umum obyek penelitian.
2. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini terdiri atas dua bagian : pertama, hasil penelitian yang berisi deskriptif hasil penelitian dan hasil pengolahan data. Kedua, pembahasan yang berisi analisis dan interpretasi hasil penelitian.
3. Penutup
Bab ini berisi simpulan yang ditarik berdasarkan hasil analisis penelitian dan saran-saran yang ditarik dari simpulan.
2.2.3 Bagian Akhir Skripsi
1. Daftar pustaka
Yaitu daftar yang secara lengkap memuat bahan-bahan literatur yang digunakan dalam penulisan skripsi, baik secara langsung (langsung dikutip dalam skripsi) maupun tidak langsung (tidak langsung dikutip tapi dibaca sebagai bahan pertimbangan).
2. Lampiran-lampiran
Lampiran diperlukan apabila ada bahan-bahan bersifat suplementer (melengkapi) yang tidak perlu dimasukkan dalam teks (misalnya formulir surat keterangan, daftar pertanyaan, daftar angket, peraturan-peraturan, akte perusahaan, dan sebagainya). Lampiran ditandai dengan angka romawi besar (seperti lampiran I, lampiran II, dan seterusnya)
3. Daftar Indeks (Bila Perlu))
Jika ada beberapa kata atau istilah asing yang kurang jelas dalam skripsi, hal tersebut perlu dijelaskan secara tersendiri. Penjelasan kata atau istilah tersebut dapat dimuat dalam daftar indeks.
4. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae Sheet)
Memuat nama lengkap. tempat tanggal lahir, agama, alamat, riwayat pendidikan dan riwayat pekerjaan bagi yang sudah bekerja, serta nama, alamat, dan pekerjaan orang tua (contoh terlampir).

BAB 3
TATA CARA PENULISAN SKRIPSI
3.1 Gaya Penulisan
Sebagai suatu karya tulis ilmiah, skripsi harus disajikan dalam bentuk yang jelas dengan tetap menjaga tingkat akurasinya. Gaya penulisan dengan menggunakan bahasa yang benar dan baik akan memberikan nilai tambah sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami dan mengerti maksud dan makna tulisan tersebut.
Untuk itu, dalam penulisan skripsi perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Gunakan bahasa yang baik dan benar dalam arti menurut tata bahasa dan ejaan Indonesia yang disempurnakan
2. Gunakan kalimat yang sederhana tapi jelas, dan hindari kalimat-kalimat yang panjang.
3. Kalimat-kalimat yang terjalin dalam satu alinea, harus merupakan satu kesatuan dan mempunyai satu pengertian yang jelas
4. Setiap alinea dalam pokok bahasan tertentu, harus mempunyai kaitan antara satu dengan yang lainnya dan harus mengarah kepada penjelasan pokok bahasan.
5. Satu baris dalam kalimat satu alinea tidak boleh diketik pada halaman berikutnya atau ditinggalkan pada dasar halaman, kecuali mencukupi untuk sedikitnya dua baris.
6. Sebaiknya tidak menggunakan istilah asing, kecuali sudah umum digunakan,tetapi belum ada terjemahannya. Istilah asing yang digunakan dicetak miring.
7. Pemisahan kata harus berdasarkan ketentuan atau kaindah bahasa Indonesia dan asing bila menggunakan istilah asing.
8. Hindari penggunaan singkatan-singkatan seperti : tsb (tersebut), yg (yang) dsb (dan sebagainya). Sedangkan singkatan organisasi/perkumpulan, departemen, undang-undang dan sebagainya, seperti United Nation Development Program (UNDP), Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) hanya dapat digunakan bila kepanjangan singkatan tersebut sudah ditulis sebelumnya.
9. Pemakaian lambang/simbol dalam tabel dan gambar, ukuran satuan hitung, harus konsisten dan diberi keterangan yang jelas.
10. Hendaknya ada variasi penggunaan kata-kata dan bentuk kalimat (aktif dan pasif)
11. Kalimat tidak boleh menampilkan bentuk orang pertama dan orang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, dan lain-lain), tetapi dibuat berbentuk pasif. Pada kata pengantar, sebaiknya tidak menggunakan kata saya, tapi diganti dengan kata peneliti.
12. Kata penghubung, seperti ; yang, dengan, tetapi, sehingga dan sedangkan, tidak boleh dipakai memulai suatu paragraph.
13. Awalan ke dan di harus dibedakan dengan kata depan ke dan di.
14. Bilangan, lambang, atau rumus yang memulai suatu kalimat harus dieja, misalnya sepuluh orang.
15. Tidak terdapat jarak/spasi pada penulisan Rp kecuali dirinci ke bawah, misalnya : Rp1.000.000,-
16. Tanda baca, huruf besar dan huruf kecil harus dipergunakan dengan tepat.

3.2.Ukuran Kertas dan Mesin
1. Kertas yang digunakan dalam penulisan skripsi adalah kertas A4 ukuran kuarto yaitu 21 x 29.7 cm dengan berat 80 gram. Pemakaian kertas diluar standar ini diperlukan dalam hal-hal tertentu, seperti: penyisipan kertas grafik, kertas gambar, lampiran Surat Keterangan asli, dan semacamnya.
2. Jenis huruf komputer yang digunakan dalam pengetikan skripsi yaitu: “tipe Times New Roman 12″.

3.3.Batas dan Cara Pengetikan
3.3.1. Pengaturan Kertas
Batas pengetikan 4 cm dari tepi kiri dan tepi atas kertas, dan 3 cm dari tepi kanan dan tepi bawah kertas.

4 cm

4 cm 3 cm

3 cm

3.3.2. Penggunaan Jarak (Spasi)
a. Isi secara keseluruhan (kecuali hal-hal tertentu dari skripsi harus diketik dengan jarak dua spasi
b. Hal-hal tertentu seperti kutipan-kutipan (lima baris keatas), diketik dengan jarak satu spasi (single space typing)
c. Pengetikan antara bab dengan sub-babnya tiga spasi (triple space typing).
d. Pengetikan antara bab/sub-bab dengan baris pertama dua spasi (double space typing).
e. Pengetikan antara judul sub-bab dengan baris di atasnya dan di bawahnya diketik tiga spasi.

3.4. Indensi (Sela Ketukan)
Nomor bab dan judul bab diketik di tengah-tengah secara simetris dengan menggunakan huruf besar tanpa garis bawah dan tanda baca. Nomor sub bab, anak sub bab, dan bagian-bagian bab yang lebih kecil diketik mulai dari batas tepi kiri dengan huruf besar setiap awal kata tanpa garis bawah.

Contoh :
BAB 3
JUDUL BAB

3.1 Judul Sub Bab
3.1.1 Judul Anak Sub Bab (Seksi)
3.1.1.1 Judul Anak Seksi

Awal kalimat dari setiap alinea (paragraph) diketik menjolok ke dalam (indensi) 7 ketukan yang dimulai dari batas tepi kiri judul sub bab, tidak boleh menggunakan kata sambung di awal paragraph.

Contoh :

3.5. Judul Sub Bab
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

3.5. Penomoran Halaman

Setiap halaman skripsi perlu diberi nomor halamannya. Tentang jenis angka dan peletakannya adalah sebagai berikut :
1. Untuk bagian awal skripsi nomor halamannya menggunakan angka romawi (i,ii,iii,iv,…dst) dan ditempatkan di tengah bagian bawah.
2. Untuk bagian inti/tubuh skripsi dan bagian akhir skripsi nomor halamannya menggunakan angka (1,2,3,4,…dst) dan ditempatkan pada bagian kanan atas dengan jarak 2 cm dari tepi atas dan 3 cm dari tepi kanan kertas
3. Halaman judul dan halaman pertama dari tiap-tiap bab (halaman yang memakai judul bab) nomor halamannya tidak dicantumkan tetapi tetap diperhitungkan.

3.6. Penulisan Angka Bilangan
a. Hindari penulisan angka bilangan pada awal kalimat, kecuali bila kalimat itu merupakan kalimat-kalimat penjelas lebih dari satu seperti ; bermacam-macam, berbagai jenis…dan seterusnya.
b. Pakailah angka untuk penulisan waktu (seperti : tanggal, tahun, jam), persentase misalnya : 17 Agustus 2007, jam 10.00 Wita, 25 %, dan lain-lain.
c. Untuk penulisan angka bilangan pecahan, sebaiknya ditulis dalam bilangan decimal (seperti ; 2.5 untuk dua setengah, 0.05 untuk lima per seratus)
d. Angka yang menunjukkan bilangan bulat dan besar, dapat di eja supaya lebih mudah (misalnya ; 5 juta, 20 milyar, dan sebagainya).

3.7. Penulisan dan Penyusunan Daftar Isi, Tabel, Gambar

a. Judul daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran diketik dengan huruf besar tanpa titik dan ditempatkan di tengah-tengah kertas (contoh terlampir).
b. Materi-materi daftar isi, tabel, dan gambar diketik 3 spasi di bawah judul secara berturut-turut berdasarkan nomor urut bab, tabel, dan gambar skripsi (contoh terlampir).
c. Pada akhir penulisan judul bab, tabel, dan gambar selalu diberi nomor halaman sesuai dengan nomor halaman skripsi dimana judul bab, tabel, dan gambar tertera (contoh terlampir).
d. Setiap kata dalam judul sub bab, tabel, dan gambar diawali dengan huruf besar.

BAB 4
PENGUTIPAN
4.1. Kutipan Dalam Skripsi
Dalam penulisan skripsi, mengutip tulisan dari penulis atau dari pengarang lain tidak dilarang dan dapat dibenarkan sepanjang tidak menyalahi ketentuan ilmiah. Kutipan pada umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1. Kutipan Langsung yaitu mengutip tulisan dari pengarang lain, dimana kutipan tersebut persis sama dengan sumber aslinya.
2. Kutipan Tidak Langsung yaitu kutipan yang tidak persis sama dengan sumber aslinya, kutipan tersebut merupakan ketikan pokok-pokok pikiran yang disusun menurut jalan pikiran dan dinyatakan dalam bahasa penulis sendiri (tanpa merubah ide dasar bahan yang dikutip).
4.2. Cara Pengutipan
4.2.1. Kutipan Langsung
Kutipan yang kurang dari lima baris disebut kutipan langsung pendek, diketik dalam teks dengan jarak dua spasi.
Sedangkan kutipan langsung yang lebih dari empat baris atau lima baris ke atas disebut kutipan langsung panjang, diketik menjorok ke dalam indensi tujuh ketukan dari batas tepi kiri kalimat di atasnya dengan jarak satu spasi, tanpa menggunakan tanda petik (“).
Sumber kutipan langsung pendek maupun panjang selalu dapat ditulis sebelum dan setelah kutipan.
Contoh :
Bila 4 baris atau kurang
Menurut Manullang (2002:179), produksi adalah proses koordinasi berbagai factor produksi atau sumber daya untuk mentransformasi bahan menjadi produk (barang) atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Bila lebih dari 4 baris
Hubungan erat antara pemasaran dan perencanaan strategis ini dikemukakan oleh Powers (1991:05) sebagai berikut:
Marketing plays a very key and instrumental role in the strategic planning process. Marketing is the driving force behind evaluation market conditions, developing new product ideas, and assessing threats in environment, marketing must interact with other functional units in this process, and its role vital.

4.2.2. Kutipan Tidak Langsung
Sebagaimana kutipan langsung, kutipan tidak langsung dibedakan pula menjadi dua yaitu kutipan tidak langsung pendek dan kutipan tidak langsung panjang. Kalau kutipan langsung dibedakan berdasarkan jumlah baris kutipan, maka kutipan tidak langsung diklasifikasikan berdasarkan alinea.
Kutipan yang tidak lebih dari satu alinea atau kurang dari satu alinea, dikategorikan sebagai kutipan tidak langsung pendek. Sedangkan kutipan yang lebih dari satu alinea termasuk dalam kategori kutipan tidak langsung panjang.
Penulisan kutipan tidak langsung pendek maupun tidak langsung panjang, diketik sama seperti teks biasa dengan dua spasi tanpa diberi tanda petik dan diikuti sumbernya.

Contoh :
Sistem kompensasi dalam perusahaan harus dihubungkan dengan tujuan dan strategi perusahaan. Pemberian kompensasi harus dirancang sedemikian rupa, harus mempertimbangkan keadilan secara internal dan eksternal, sehingga SDM puas menerimanya dan kinerjanya meningkat. Pembayaran kompensasi yang tidak memuaskan pada pegawai akan menyebabkan kinerja SDM menjadi rendah (Werther & Davis, 1996:379). Selanjutnya dinyatakan bahwa kompensasi secara signifikan berpengaruh terhadap turnover pegawa (Koh & Goh, 1995:225). Selain itu, penerapan system insentif yang efektif dapat digunakan untuk mempertahankan pegawai yang berkualitas dan mempunyai dampak pada kinerja keuangan (Schuller & Jackson, 1997:11).
4.3. Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengutipan
Bila mengutip dari sumber lain perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
a. Hindari membuat kutipan langsung terlalu banyak karena mengganggu tulisan atau teks.
b. Kutipan langsung tidak diperkenankan menggunakan kata-kata peneliti sendiri, dikhawatirkan akan merubah arti/makna dari bahan yang dikutip.
c. Kutipan tidak langsung dapat diubah, tetapi tidak merubah ide dasar atau makna kutipan dan peneliti bertanggungjawab penuh terhadap kebenaran dan ketelitian bahan yang dikutipnya.
d. Apabila bahan yang dikutip lebih dari satu yang menjelaskan makna yang sama, maka sebaiknya peneliti menarik kesimpulan dari penjelasan tersebut.

4.4. Pengutipan dari Beberapa Sumber
a. Kutipan dari sumber asing yang belum ada terjemahannya, maka diketik berdasarkan sumber aslinya dan dicetak miring.
b. Kutipan yang berasal dari sumber asing yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, sumber kutipannya cukup ditulis nama penerjemah, tahun penerbitan, dan halaman.

Contoh a:

Dalam pemasaran bisnis, Kotler (2000:192) mengemukakan bahwa: Bussiness market consists off all the organization that acquire goods and services used in the production of other products or services that are sold, rented, or supplied to others.

Contoh b:
Soewarsono (1985:19) mengemukakan bahwa manajemen sebagai suatu proses yang berhubungan dengan bimbingan kegiatan kelompok dan berdasarkan atas tujuan yang jelas yang harus dicapai dengan menggunakan sumber-sumber tenaga manusia dan bukan tenaga manusia.

c. Kutipan yang merupakan hasil kutipan (sumber kedua), penulisannya dapat dilakukan sebagai berikut :

Contoh:

Sementara itu Feigenbaum dalam Mizuno (1994:21) mengemukakan bahwa: Pengendalian Mutu Terpadu adalah sistem yang efektif untuk memadukan pengembangan mutu dari berbagai kelompok di sebuah perusahaan sehingga memungkinkan produksi dan jasa mencapai tingkat yang paling ekonomis yang memungkinkan tercapainya kepuasan pelanggan sepenuhnya.

d. Apabila sumber kutipan tersebut ditulis oleh dua orang, maka kedua nama penulis tersebut ditulis dengan mengambil nama keluarganya saja atau dengan memperhatikan kelaziman dalam pemanggilannya (khusus bagi penulis Indonesia).

Contoh :
Sumarni dan Soeprihanto (1998:5) mengemukakan bahwa perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntugan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.

Apabila sumber acuan tersebut ditulis oleh tiga orang atau lebih, maka yang ditulis adalah nama pengarang pertama kemudian diikuti oleh dengan kata lain et al (untuk penulis asing) dan dkk (untuk penulis Indonesia).

Contoh :

Henema, et al, (1996:73) mengemukakan : A job is collection of tasks can be contribute the production of some products and services provided by the organization each job has artial ability requirements ( as well as certain reward associated with it).

e. Sumber kutipan dari jurnal ilmiah dalam dan luar negeri, perlu dikutip nama penulis (tahun penerbitan:halaman).

Contoh :

Menurut Kertzman et al (2003:2), e-business is the exchange of goods, service and information and/or ideas using an electronic medium.

f. Sumber kutipan dari buku suntingan (kumpulan karangan), majalah, bulletin, surat kabar, dan sejenisnya perlu mencantumkan nama pengarang, nama majalah/bulletin/surat kabar, waktu penerbitan (tahun:halaman).

Contoh :

Evans, Media Informasi Perdagangan, (1984: 8) Peluang dan potensi Negara-negara APEC cukup besar sementara GDP (Gross Domestik Product)-nya tahun 1991 mencapai 52 persen dari GDP dunia yang jumlah penduduknya sekitar 2 milyar jiwa.

g. Sumber kutipan yang berasal dari dokumen, seperti perundang-undangan, ketetapan-ketetapan, keputusan-keputusan pemerintah dan sejenisnya, sedapat mungkin disingkat tanpa menyebutkan perihalnya. Sedangkan tahun dan halamannya tetap dicantumkan atau dengan menyebutkan pasal dan ayatnya saja.

Contoh :

UUD 1945,ps.23,ay.1
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan Undang-Undang. Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggaran yang diusulkan pemerintah, maka pemerintah menjalankan anggaran tahun lalu.

h. Sumber kutipan melalui internet, jika ada pengarangnya, dicantumkan nama pengarang, (tahun:halaman). Sedangkan bila tidak terdapat pengarangnya, maka cukup menyebutkan media, (tahun:halaman).

Contoh:

i. Bila sumber kutipan itu berupa wawancara, maka perlu mencantumkan siapa yang diwawancarai dan kapan dilakukan (dilengkapi dengan jam, hari/tanggal, bulan, dan tahun) serta diawali kata wawancara.

Contoh :

Hasil wawancara dengan Haryanto pada jam 10:00 Wita, Senin, 20 Agustus 2007 mengemukakan bahwa aspek dominan dalam pengukuran efisiensi kerja para staf adalah sejauhmana mereka dapat merampungkan seluruh laporan tepat waktu, sehingga keputusan yang diambil dengan laporan tersebut tetap aktual.

BAB 5
TABEL DAN GAMBAR

5.1. Penyajian Tabel

Penyajian tabel merupakan metode yang sistematis untuk menyajikan data kuantitatif dalam bentuk kolom-kolom dan baris-baris yang berhubungan dengan masalah penelitian. Penyajian data penelitian dalam bentuk tabel dimaksudkan agar pembaca dengan mudah dan tepat memahami dan menelaah apa yang disajikan. Tabel yang baik yaitu apabila disusun relative sederhana dan memuat sejumlah variabel penelitian.

5.2. Format Tabel

Komponen utama dari tabel terdiri dari ; nomor tabel, judul tabel, judul kolom-kolom dari pada tabel atau sel-sel yang ada dalam tabel, badan sumber data dalam tabel.

5.3. Pemberian Nomor dan Judul Tabel

Tabel harus diberi nomor dan judul. Nomor tabel disesuaikan dengan bab dimana tabel tersebut dicantumkan. Judul tabel harus ditulis setelah nomor tabel dan seterusnya sejajar huruf pertama judul (contoh terlampir).

5.4. Penyajian Gambar

Gambar dalam skripsi adalah grafik, diagram, bagan, peta, photo, dan lain-lain. Penyajian gambar bertujuan untuk mempermudah dan memperjelas pemahaman data penelitian.
Dalam penyajian gambar dalam skripsi dapat diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahan gambar harus diberi nomor (misalnya Gambar 1, Gambar 2, dan seterusnya)
2. Nomor dan judul gambar ditempatkan di atas gambar, diketik dengan huruf besar tanpa tanda baca serta dilampirkan sumbernya di bawah gambar.
3. Gambar yang kurang dari setengah halaman ditempatkan secara serasi sesudah teks (sedapat mungkin pada halaman yang sama). Untuk gambar yang melebihi setengah halaman sebaiknya ditempatkan pada halaman yang tersendiri).

BAB 6
PENYAJIAN DAFTAR PUSTAKA

6.1 Ketentuan Penyusunan Daftar Pustaka
1. Daftar pustaka disusun secara alfabetif menurut nama belakang pengarang/penulisnya.
2. Tiap-tiap pustaka diketik satu spasi, dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.
3. Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik pada batas margin kiri tanpa nomor. Sedangkan bars kedua dan seterusnya diketik menjorok ke dalam dengan indensi tujuh.
4. Cara penulisan nama pengarang asing dalam daftar pustaka dahulukan nama keluarga (dibalik). Untuk dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik. Tapi bila nama pengarang lebih dari dua, nama pengarang pertama saja yang ditulis dan kemudian diikuti dengan kata et al.
5. Apabila sumber pustaka diperoleh dari dua lebih karangan dalam tahun penerbitan yang berbeda dan ditulis oleh seorang pengarang (seperti buku saduran), maka daftar pustaka disusun menurut waktu (tahun).
6. Dalam daftar pustaka sama sekali tidak boleh dicantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca oleh penulis. Bila mengutip dari suatu buku, dan buku tersebut mengutip dari buku lain, maka yang dicantumkan dalam daftar pustaka adalah buku yang dibaca sendiri.
7. Bahan-bahan yang tidak diterbitkan dan tidak dapat diperoleh dari kepustakaan (misalnya pernyataan lisan seperti keterangan pribadi, hasil wawancara dan sebagainya) tidak perlu ditulis dalam daftar pustaka.
8. Apabila jumlah referensi banyak, daftar pustaka dibagi ke dalam kelompok yaitu : kelompok buku-buku, kelompok penerbitan berkala, dan kelompok dokumen-dokumen.

6.2 Cara Penerbitan Daftar Pustaka

6.2.1 Golongan Dokumen
Penulisan daftar pustaka untuk golongan dokumen, hendaknya disusun menurut tingkatan dokumen tersebut, seperti :
- Undang-Undang
- Peraturan Pemerintah
- Keputusan Presiden
- Keputusan Menteri
- Keputusan Direktur Jenderal
- Keputusan Gubernur dan seterusya.
Contoh :
Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 tahun 1984, Tentang Perindustrian, Departemen Perindustrian, Jakarta.

6.2.2 Golongan Buku
Unsur-unsur yang perlu dimasukkan dalam penulisan daftar pustaka golongan buku ini adalah nama pengarang/penulis, judul karangan, data tentang cara penulisannya adalah sebagai berikut :

Satu Pengarang
Bila buku yang dijadikan sumber pustaka ditulis oleh satu orang pengarang, nama pengarangnya terdiri dari nama keluarga (marga), maka nama keluarga ditulis terlebih dahulu diikuti tanda koma kemudian nama asli pengarangnya titik dan koma, tahun penerbitan titik, judul buku koma, nama penerbit koma, dan tempat penerbitan titik.
Contoh :

Umar, Husein, 2000. Bussines an Introduction, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Dua Pengarang
Apabila suatu buku ditulis oleh dua orang, maka penulisan daftar pustaka dimulai pada pengarang pertama.

Contoh :

Mubyarto dan Suratno, 1991. Metode Penelitian Ekonomi, Yayasan Agro Ekonomika, Yogyakarta.

Tiga pengarang
Jika buku ditulis tiga pengarang atau lebih, maka hanya nama belakangnya saja yang ditulis.

Contoh :

Bowersox, Closs, and Cooper, 2002. Supply chain logistics management. New York. McGraw-Hill/Irwin.

Buku Terjemahan / Suntingan / Saduran

Buku-buku semacam ini bila dijadikan sumber pustaka, di belakang nama pengarang harus dicantumkan kata terjemahan / saduran / suntingan yang ditempatkan dalam kurung.

Contoh :

Boot, Anne dan Peter Mc. Cawley (Penyuntingan), 1982, Ekonomi Orde Baru, LP3ES, Jakarta.

Buku Sumber Kedua

Buku sumber kedua yaitu buku yang ditulis kembali oleh penulis lain, maka cukup mencantumkan sumber kedua.

Contoh :

Krug, Edward A., 1990. Curriculum Planning, Harter and Row, New York.

Buku Berjilid / Berseri dan Dengan Edisi

Bila buku semacam ini digunakan di berbagai referensi dalam penulisan skripsi, maka cara penulisan daftar pustakanya dapat ditulis seperti contoh berikut :

Contoh:

Suhardi, Sigit., 1996, Asas-Asas Accounting, Bagian Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Skripsi/Thesis/Disertasi

Contoh :

Budiarto., 2000. Sebab-Sebab dan cara pencegahan Labor Turn Over Di Pabrik Rokok Menara Sala, Skripsi Sarjana Tak Diterbitkan, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

6.2.3 Golongan Penerbitan Berkala
Harus mencantumkan ; nama pengarang, judul artikel, nama majalah/surat kabar/bulletin yang termuat artikel, volume atau nomor, tanggal, tahun penerbitan, halaman dan kolom.

Surat Kabar
Contoh :
Jakarta Times, Februari 6, 1995
Kompas (Jakarta), 10 Mei 1995, Halaman 11 Kolom 2

Jurnal/Majalah/Buletin

Contoh :

Frohlich and Westbrook, 2001. Arcs of integration: An international study of supply chain strategies. Journal of Operation Management, 19 (2), 185-200.

Lembaga Sebagai Penyusun Buku

Bila buku yang dijadikan referensi adalah buku yang diterbitkan oleh lembaga penerbitan buku, maka penulisannya seperti contoh berikut ini :

Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, 1990. Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. PN Balai Pustaka, Jakarta.

Hasil Penelitian

Contoh :

Kasrino dan Faisal 1981., Perkembangan Institut dan Pengaruhnya Terhadap Distribusi pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja : Kasus Di Empat Desa Di jawa Barat, Studi Dinamika Pedesaan, Bogor.

Paper dalam Seminar/Lokakarya

Contoh :

Mengundikiro,Apendi., 1983, Konservasi Tanah dalam Rangka Rehabilitas Lahan Di Wilayah Daerah Aliran Sungai, Kertas Kerja pada Lokakarya Pola Tanaman dan Usaha Tani ke VI, Bogor, 20-21 Juni 1983.
BAB 7
PENUTUP

7.1. Persiapan Ujian Skripsi

Penggandaan skripsi untuk persiapan ujian skripsi, baru dapat dilakukan bilamana skripsi telah dinyatakan diterima atau disetujui oleh dosen pembimbing I dan II dan digandakan sesuai jumlah dosen penguji. Sekiranya dalam penyelenggaraan ujian tersebut terdapat koreksi, maka perlu diadakan perbaikan sebagaimana mestinya sesuai dengan saran yang diberikan oleh dosen penguji. Waktu perbaikan maksimum 1 (satu) bulan setelah tanggal ujian yang dikuatkan dengan Surat Pernyataan yang ditanda tangani di depan dosen penguji.

7.2. Penyerahan Hasil Akhir

Skripsi dapat dijilid setelah ditandatangani oleh semua penguji yang hadir pada saat ujian. Skripsi yang telah dijilid diserahkan sebanyak 5 (lima) eksemplar ke fakultas dan 1 (satu) eksemplar untuk masing-masing dosen pembimbing.agar tidak mudah rusak. Terutama untuk perpustakaan dan arsip jurusan.

Did you like this? Share it:

Ajaran agama islam

2011
03.23

Kata Pengantar.

Alhamdulillah hirobbil’alamin, puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, yang membimbing umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman Islamiyah yakni ajaran agama Islam. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah AIK II seperti halnya untuk menjelaskan tujuan, sumber, ruang lingkup, dan karakteristik ajaran islam. Kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang konsep didalamnya. Kamipun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing kami serta semua pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini. Kami berharap semoga semua yang telah berjasa dalam penyusunan makalah ini mendapat balasan yang sebaik-baiknya dari Allah SWT. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, sehingga makalah ini bisa mencapai kesempurnaan.

BAB I
PENDAHULUAN

 Latar Belakang.
Islam adalah agama yang sempurna dan universal, ia berlaku sepanjang waktu, kapanpun dan di manapun. Islam berlaku untuk semua orang dan untuk seluruh dunia. Maka dari itu, tentunya ajaran Islam memiliki dasar sebagai pondasi yang dijadikan sebagai acuan dan pedoman oleh komunitasnya di seluruh dunia ini. Dan setiap agama mempunyai tujuan, sumber, ruang lingkup dan karakteristik ajaran yang membedakan dari agama-agama lain. Agama yang didakwahkan secara sungguh-sungguh diharapkan dapat menyelematkan dunia yang terpecah-pecah dalam berbagai bagian-bagian.
 Tujuan.
Sebagai umat islam kita patut menjunjung tinggi nilai – nilai agama dan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar kita bisa lebih memahami tentang tujuan pencapaian islam di dalam mendamaikan umat manusia di muka bumi ini. Dan menjelaskan tentang apa tujuan dari ajaran islam di muka bumi ini serta sumber, ruang lingkup, dan karakteristik dari ajaran itu sendiri. Selain itu tujuan kami menyusun makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah AIK pada semester II ini.

BAB 2
PEMBAHASAN

A. Pengertian Islam.
Ada dua sisi yang dapat kita gunakan untuk memahami pengertian agama Islam(A.Mukti Ali, 1991:719)., yaitu sisi kebahasaan dan sisi peristilahan. Kedua sisi pengertian tentang Islam ini dapat di jelaskan sebagai berikut :
Dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Dan kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian.
Senada dengan pendapat di atas, sumber lain mengatakan Islam berasal dari bahasa Arab, terambil dari kata salima yang berarti selamat sentosa. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa dan berarti pula menyerahkan diri, tunduk, patuh dan taat kepada Allah SWT. Sehingga manusia di haruskan untuk mematuhi semua perintah Allah SWT dan menjahui semua laranganNYA agar hidup kita dalam perlindunganNYA selamat dan damai dunia maupun akherat.

B. Tujuan Ajaran Islam.
Islam diajarkan dan dipelajari sejak kecil agar bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari penderitaan hidup di dunia maupun di akherat. Dengan berpegang teguh pada ajaran ini semua manusia pasti akan hidup damai dan sejahtera, karena islam mengeajarkan norma – norma hidup dan perilaku kehidupan yang baik dan jauh dari penderitaan dan kemaksiatan yang akan membawa kita pada penyiksaan di hari akhir nanti. Dengan adanya pemahaman islam, manusia akan lebih bisa mendekatkan diri pada sang pencipta dan akan terhindar dari segala siksaan dan dosa

C. Sumber Ajaran Islam.
Dikalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran islam yang utama adalah Al quran dan As sunnah :

I. Al-quran.
Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada rasulullah, Muhammad bin Abdul,melalui jibril dengan menggunakan lafal bahasa arab dan maknanya yang benar . agar ia menjadi hujjah bagi rasul bahwa ia benar-benar rasulullah, menjadi undang-undang bagi manusia, memberi petunjuk kepada mereka, dan menjadi sarana dan ibadah kepada Allah dengan membacanya. Selanjutnya Alquran juga berfungsi sebagai hakim atau wasit yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan lurus, itulah sebabnya ketika umat islam berselisih dalam segala urusannya hendaknya ia berhakim kepada Alquran.

II. As-sunnah.
Menurut bahasa As sunnah artinya jalan hidup yang dibiasakan terkadang jalan tersebut ada yang baik dan ada pula yang buruk, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad SAW, baik dalam bentuk ucapan, perbuatan maupun ketetapan. Pengertian ini didasarkan pada pandangan mereka terhadap nabi sebagai suri tauladan yang baik bagi manusia. Sementara itu ulama ushul mengartikan bahwa As sunnah adalah sesuatu yang berasal dari nabi Muhammad SAW dalam bentuk ucapan,perbuatan dan persetujuan beliau yang berkaitan dengan hukum. sedangkan ulama fiqih mengartikan As sunnah sebagai salah satu bentuk hukum syara’ yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan ditinggalkan tidak berdosa.

BAB 3

D. Ruang Lingkup Ajaran Islam.
Ruang lingkup ajaran islam terdapat 3 pegangan yaitu Aqidah,
Syariah dan Akhlaq.

I. Aqidah.
Secara istilah aqidah berarti keyakinan keagamaan yang dianut oleh seseorang dan menjadi landasan segala bentuk aktivitas, sikap, pandangan dan pegangan hidupnya. Istilah ini boleh lah disamakan dengan iman yang berarti kepercayaan atau keyakinan.
II. Syariah.
Syari’ah adalah sistem hukum yang didasari Al-Qur’an, As-Sunnah, atau Ijtihad. Seorang pemeluk Agama Islam berkewajiban menjalankan ketentuan ini sebagai konsekwensi dari ke-Islamannya. Menjalankan syari’ah berarti melaksanakan ibadah. Dalam hal ini tidak hanya yang bersifat ritual, seperti yang termaksud dalam Rukun Islam, seperti: bersyahadat, sholat, zakat, puasa, dan berhaji bagi yang mampu. Akan tetapi juga meliputi seluruh aktifitas (perkataan maupun perbuatan) yang dilandasi keiman terhadap Allah SWT.
III. Akhlaq.
Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama‟ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya budi, tabiat dan adab. Akhlak itu terbagi dua yaitu Akhlak yang Mulia atau Akhlak yang Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah) dan Akhlak yang Buruk atau Akhlak yang Tercela (Al-Ahklakul Mazmumah). Akhlak yang mulia yaitu akhlak yang diridai oleh Allah SWT , akhlak yang baik itu dapat diwujudkan dengan mendekatkan diri kita kepada Allah yaitu dengan mematuhi segala perintahnya dan meninggalkan semua larangannya, mengikuti ajaran-ajaran dari sunnah Rasulullah, mencegah diri kita untuk mendekati yang ma‟ruf dan menjauhi yang munkar.

BAB 4

E. KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
Istilah karakteristik ajaran islam terdiri dari dua kata: karakteristik dan ajaran islam. Kata karakteristik dalam kamus bahasa Indonesia, diartikan sesuatu yang mempunyai karakter atau sifat yang khas. Islam dapat diartikan agama yang diajarkan nabi Muhammad SAW yang berpedoman pada kitab suci al qur’an dan diturunkan di dunia ini melalui wahyu allah SWT. Berarti karakteristik ajaran islam dapat diartikan sebagai ciri yang khas atau khusus yang mempelajari tentang berbagai ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia dalam berbagai bidang agama, muamalah (kemanusiaan), yang didalamnya temasuk ekonomi, social, politik, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, lingkungan, dan disiplin ilmu yang baik dan benar.

PENUTUP
F. Kesimpulan.
Islam di ajarkan untuk dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan yang di ridhoi oleh Allah SWT. Agar mereka dapat hidup dengan damai dan sentausa. Islam meliputi banyak aspek yang akan dituju yang akan dilaksanakan oleh umat manusia yang menjalankannya, dan arti dari agama ini sangat bearrti dan berguna bagi manusia karena tidak hanya pada arti melainkan islam mempunyai tujuan, sumber, ruang lingkup dan karakteristik tersendiri yang telah di bahas pada sub bab sebelumnya. Semua aspek tersebut memiliki makna yang sangat luas jika dipahami dengan sungguh – sungguh dan benar. Karena islam bertujuan untuk membimbing manusia ke jalan yang benar maka islam menurunkan Al-quran dan Al-hadist, dengan berpedoman pada Al-quran dan Al-hadist manusia pasti akan menemukan jalan untuk mengatasi masalah hidupnya dan menuntun ke jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, A.Mukti.1991. Memahami Aspek Tentang Ajaran Islam. Bandung:
Mizan.
Ilyas, yunahar. 1991. Akhlak. Yogyakarta : Pustaka.
Shihab, M. Quraish. 2003.Wawasan Al-Quran.Bandung: Mizan.
www.wikipedia.com
Media ilmu.com

Did you like this? Share it:

Windows 7 dan Office 2010 didukung 96 bahasa

2011
02.27

Setiap individu dan institusi berhak untuk merayakan hari besar yang ditetapkan UNESCO seperti Hari Bahasa Ibu Internasional. Seperti yang dilakukan Microsoft melalui dua produk unggulannya. Windows 7 dan Office 2010 merayakan hari Bahasa Ibu Internasional dengan menyertakan lebih dari 90 bahasa internasional melalui sistem di peranti lunak. Lauren Woodman, General Manager Microsoft, mengungkapkan bahwa Hari Bahasa Ibu Internasional menawarkan kesempatan yang baik tidak hanya untuk membuat produk perusahaan tersedia bagi pengguna tentang lebih dalam bahasa ibu mereka, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya melestarikan sumber daya linguistik.

Sebagai bagian dari mencoba untuk melestarikan unsur-unsur budaya yang mendefinisikan generasi di seluruh dunia, Microsoft telah meningkatkan jumlah bahasa yang didukung melalui Local Language Program (LLP). Pengguna Windows 7 dan Office 2010 di beberapa negara sekarang dapat menikmati sistem operasi Microsoft dan suite produktivitas di Dari (Afganistan), Mongolia (Cyrillic-Mongolia), Turkmen (Turkmenistan) dan valencià (Spanyol). Selain bahasa yang disebutkan di atas, Office 2010 juga didukung Malta (Malta).

“Adanya penambahan tersebut, Microsoft Windows 7 dan Microsoft Office 2010 yang sekarang telah didukung hampir 96 bahasa, 60 di antaranya melalui LLP,” jelas Woodman melalui situs resminya. Dirinya menambahkan bahwa program ini tidak hanya membantu kita untuk melestarikan bahasa daerah dan budaya, tetapi juga membantu dalam menemukan cara baru untuk menciptakan peluang ekonomi dan membangun kemampuan IT. (BeritaNet.com)

Did you like this? Share it:

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

2011
01.11

Istilah e-Learning mengandung pengertian yang sangat luas. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi eLearning. Seperti:

  1. Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan bahwa:

eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

  1. LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa:

eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.

I. Infrastruktur e-Learning.

Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.

II. Sistem dan aplikasi e-learning.

Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun.

III. Konten e-learning.

Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh mahasiswa kapanpun dan dimanapun. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten.

Sedangkan Aktor yang ada dalam pelaksanakan e-Learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya pengajar (dosen) yang membimbing, siswa (mahasiswa) yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

Istilah e-Learning mengandung pengertian yang sangat luas, berikut definisi tentang e – goverment.

E-Government mengarahkan untuk penggunakan TI oleh semua agen pemerintahaan (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan dan bertujuan untuk mempromosikan penggunaan internet oleh pihak pemerintah dan pihak yang terkait dengan nya.

E-Government mengacu kepada penyampaian informasi dan pelayanan online pemerintahan melalui internet atau media digital lainnya.

  • Manfaat e-Government.
    Tanpa mengecilkan arti definisi yang telah dipaparkan di atas, setidak-tidaknya ada beberpa kesamaan karakteristik dari setiap definisi e-Government, yaitu:
  • Merupakan suatu mekanisme interaksi baru (moderen) antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan (stakeholder); dimana
  • Melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet); dengan tujuan
  • Memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan yang selama berjalan.

Electronic Banking, atau e-banking bisa diartikan sebagai aktifitas perbankan di internet. Layanan ini memungkinkan nasabah sebuah bank dapat melakukan hampir semua jenis transaksi perbankan melalui sarana internet, khususnya via web. Mirip dengan penggunaan mesin ATM, lewat sarana internet seorang nasabah dapat melakukan pengecekan rekening, transfer dana antar rekening, hingga pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, dsb.) melalui rekening banknya. Jelas banyak keuntungan yang akan bisa didapatkan oleh nasabah dengan memanfaatkan layanan ini, terutama bila dilihat dari waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena transaksi e-banking jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah dapat terhubung dengan jaringan internet.

Untuk dapat menggunakan layanan ini, seorang nasabah akan dibekali dengan login dan kode akses ke situs web dimana terdapat fasilitas e-banking milik bankbersangkutan. Selanjutnya, nasabah dapat melakukan login dan dapat melakukan aktifitas perbankan melalui situs web bank bersangkutan.

E-banking sebenarnya bukan barang baru di internet, tapi di Indonesia sendiri, baru beberapa tahun belakangan ini marak diaplikasikan oleh beberapa bank papan atas. berkaitan dengan keamanan nasabah yang tentunya menjadi perhatian utama dari para pengelola bank disamping masalah infrastruktur bank bersangkutan.

Keamanan merupakan isu utama dalam e-banking karena sebagaimana kegiatan lainnya seperti di internet, transaksi perbankan di internet juga rawan terhadap pengintaian dan penyalahgunaan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.Oleh karena itu sebuah situs e-banking diwajibkan untuk menggunakan standar keamanan yang sangat ketat untuk menjamin bahwa setiap layanan yang mereka sediakan hanya dimanfaatkan oleh mereka yang memang betul-betul berhak. Salah satu teknik pengamanan yang sering dugunakan dalam e-banking adalah melalui SSL ( Secure Socket Layer ) maupun lewat protokol HTTPS ( Secure HTTP )

E-book adalah singkatan dari Electronic Book atau buku elektronik. E-book tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer.  E-book ini berupa file dengan format bermacam-macam, ada yang berupa pdf (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya.

Kebanyakan e-book menggunakan bentuk format pdf. Karena lebih mudah dalam mempergunakannya dan mudah dalam mengolah security. Untuk membuka ini dalam komputer Anda harus ada program Acrobat Readernya, bila belum ada, Anda dapat mendownloadnya atau mencari program di rental CD PC Program, akan sangat mudah di dapat.

Seiring berkembangnya dunia digital saat ini, e-book juga berkembang menjadi suatu produk yang sangat disukai oleh orang-orang. Selain e-book dalam bentuk pdf, kita juga dapat menjumpai e-book dalam bentuk exe. Sama seperti e-book berbentuk pdf,      e-book dalam bentuk exe ini juga harus kita installernya. Agar nantinya kita dapat membaca e-book tersebut.

Dunia ebook saat ini memang menjadi suatu trend dan sangat memudahkan seorang penulis untuk dapat menyebarkan tulisan-tulisannya dengan mudah dan gampang. Dengan pemikiran teknisnya aja, kita dapat membayangkan jika ebook tidak memakan biaya yang sangat besar seperti halnya dengan sebuah buku.

Did you like this? Share it:

PENYALAHGUNAAN NARKOBA

2011
01.11

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, maka saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penyalahgunaan Narkoba” dan dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita semua sehinga lebih mengenal tentang apa itu narkoba sekaligus bahayanya apabila kita mengkonsumsi barang haram itu. Makalah ini juga sebagai persyaratan tugas ujian akhir semester saya  pada mata kuliah pendidikan jasmani.  Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi Para Mahasiswa, Pelajar, Umum Khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa di pergunakan dengan semestinya.

LATAR BELAKANG

Kenakalan remaja ini cenderung meningkat setiap tahunnya khususnya dalam penggunaan narkoba. Ironisnya narkoba ini tidak hanya mengancam kalangan atas, kalangan bawah pun sudah jamak memakainya. Remaja sebagai pewaris bangsa ke depan haruslah terhindar dari narkoba. Akan sangat mengkhwatirkan jika Indonesia gagal dalam menanggulangi Narkoba secara efektif karena kemungkinan lahir sebuah generasi yang hilang tidak terelakan. Generasi muda yang merupakan cermin dari barisan reformasi tidak lagi peka terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekelilingnya. Selain itu harkat dan martabat bangsa akn semakin rendah jika para pemimpinnya kelak merupakan generasi yang tadinya adalah generasi yang kurang berbudi pekerti, cepat putus asa dan tidak menghadapi tantangan zaman yang semakin berat.

Menyikapi ancaman Narkoba ini banyak cara yang sudah dan terus dilakukan baik penanggulangan secara preventif (mencegah) maupun represif (penindakan)

Makalah yang berjudul “Penyalahgunaan Narkoba” ini kami tujukan kepada para remaja, Mahasiswa, Pelajar ataupun pada Halayak umum yang membaca makalah ini agar bisa mengerti tentang bagaimana bahaya narkoba yang bisa membuat kita lalai dalam hal apapun. Dengan harapan yang maka semoga makalah yang sedemikian singkat ini bisa membantu dan menambah wawasan anda tentang pengertian dan bahaya narkoba itu sendiri.

A. TUJUAN.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Makalh ini bertujauan untuk

  1. Sebagai pengetahuan bagi para remaja tentang bahasa narkoba bagi dirinya.
  2. Sebagai sebuah referinsi sehingga para remaja itu bisa mengerti tentang jenis-
    jenis narkoba.

B. APA ITU NARKOBA ?

Menurut WHO (1982)Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal
Disini akan kami jelaskan tentang jenis-jenis narkoba, yaitu diantaranya adalah :

  1. Narkotika adalah Zat/ obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan
  2. Psikotropika Zat/obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
  3. Zat adiktif adalah Bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang pengunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Mis : Alkohol , rokok, cofein.

C. Apa akibat penyalahgunaan narkoba?

Pada dasarnya akibat penyalahgunaan narkoba dapat dibagi menjadi akibat fisik dan psikis. Akibat yang terjadi tentu tergantung kepada jenis narkoba yang digunakan, cara penggunaan, dan lama penggunaan.

Beberapa akibat fisik ialah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru, dan penularan HIV/AIDS melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV/ AIDS. Di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV/AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik di kalangan pengguna narkotik tampak meningkat tajam. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Di samping akibat tersebut di atas, terjadi juga pengaruh terhadap irama hidup yang menjadi kacau seperti tidur, makan, minum, mandi, dan kebersihan lainnya. Lebih lanjut, kekacauan irama hidup memudahkan timbulnya berbagai penyakit.

Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol perilaku, sampai mengalami sakit jiwa.
Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih jauh yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain. Bahkan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena pelaku tidak berada dalam keadaan normal, baik fisik maupun psikis.

D. BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda dewasa ini kian meningkat Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja. Kalau dirata-ratakan, usia sasaran narkoba ini adalah usia pelajar, yaitu berkisar umur 11 sampai 24 tahun. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahaya narkoba sewaktu-waktu dapat mengincar anak didik kita kapan saja. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya.

Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka.
Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat Terlarang Secara berulang-ulang Atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh .

E. BAHAYA BAGI PELAJAR.

Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar.Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya  dengan  rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian Mengalami ketergantungan. Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar-red) adalah sebagai berikut:

  • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
  • Sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
  • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
  • Sering menguap, mengantuk, dan malas,
  • Tidak memedulikan kesehatan diri,
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba

F. UPAYA PENCEGAHAN.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita. Adapun upaya-upaya yang lebih kongkret yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan Razia Mendadak Secara rutin. Kemudian pendampingan dari orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah. Yang tak kalah penting adalah, pendidikan moral dan keagamaan harus lebih ditekankan kepada siswa. Karena salah satu penyebab terjerumusnya anak-anak ke dalam lingkaran setan ini adalah kurangnya pendidikan moral dan keagamaan yang mereka serap, sehingga perbuatan tercela Seperti Ini pun, Akhirnya Mereka jalani.

Oleh sebab itu, mulai saat ini, kita selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat  terealisasikan dengan baik

G.   KESIMPULAN.

  1. Dari makalah di atas bias ditarik kesimpulan bahwa:
  2. Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf
    yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk
  3. Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma
    dan ketentraman umu.
  4. Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara
    fisik maupun psikologis.

H.  PENUTUP.

Akihirnya makalah yang berjudul dampak narkoba bagi remaja ini telah selesai dan semoga makalah yang sedemikian singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua baik itu bagi kalangan Mahasiswa, Pelajar Umum sehingga bisa mengerti tentang bahaya narkoba yang bisa mengerogoti moral kita dan sebagai generasi muda maka kita harus menyadari bahwa kita sebagai tulang punggung bangsa sekaligus bertangung jawab atas kemauan bangsa ini.

I.  REFERENSI

http://web.netura.net.id/

http://wikipedia.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Narcotic

http://www.pikiran-rakyat.com/
http://www.wawasandigital.com/

Did you like this? Share it:

Prosesor Intel Core i9 Kini Sedang Jalani Tes Uji Benchmark Awal

2010
12.17

24_core-i7

Kalau sebelumnya Anda sudah mulai tergiur dengan teknologi Intel yang terbaru yaitu Core i7, kini rasanya Anda harus kembali tergiur oleh kehadiran processor baru keluaran Intel yaitu Core i9.

Memang masih belum rampung di pasaran melainkan saat ini masih menjalani tes uji benchmark awal untuk bisa membuktikan seberapa canggihnya produk baru ini. Dijanjikan dengan processor baru ini dari segi performa akan jauh lebih baik dan dapat mengoptimalkan apa yang belum optimal di Core i7.

Kalau dibandingkan dengan generasi sebelumnya, processor Core i7 sendiri sudah mengalami kenaikan kecepatan mencapai 50 persen. Tentu saja 6 buah 2.8GHz core yang tidak begitu pesat berguna ketika diterapkan pada tugas-tugas yang memang dilakukan masih belum optimal, tetapi dengan sebagian besar pengembangan perangkat lunak modern yang bertujuan untuk lebih maju dan bekerja lebih cepat lagi.

Sebagai awalan, Core i9 sendiri mendapatkan peningkatan dibanding Core i7 yang mana lebih memakan konsumsi daya lebih tinggi yaitu 130w sedangkan untuk Core i7 hanya menggunakan daya 95W.

Rumornya processor ini baru akan muncul pada awal tahun 2010 yaitu sekitar bulan Januari tahun depan. Hmmmm, sudah tak sabar ya menunggu, tapi di tahun baru tentu sesuatu yang baru akan terasa sangat istimewa, bukan?

Did you like this? Share it: